Sunday, October 04, 2009

Perjuangan Hamil (1)

Dari sebelum hamil, gw sudah punya nazar...

Seandainya gw hamil nanti, gw akan melakukan:
1. Nyumbang ke anak yatim-piatu
2. Nulis pengalaman gw di blog dengan tujuan memotivasi rekan2 seperjuangan :)

Nazar pertama akan gw lakukan kira2 sebulan berikutnya. Nazar kedua, akan gw lakukan sekarang.

Problem yang gw alami sehingga menyebabkan infertilitas sebenernya agak2 gampang2 susah. Seperti yang gw pernah ceritakan sebelumnya, gw mengidap kista endometriosis. Jumlahnya ada 2, di sebelah kiri dan kanan, masing2 besarnya kira2 3cm. Selain itu, rahim gw bentuknya retro, yaitu nekuk ke belakang.

Soal rahim retro, sebenernya gw uda agak2 curiga di awal2 pernikahan. Waktu itu gw ikut rombongan ibu2 USG 4 dimensi di kantor. Kebetulan salah satu cabang perusahaan bergerak di bidang penjualan alat2 medis, dan lagi ada uji coba alat USG 4 dimensi gratis. Nah pas diperiksa, tidak terlihat kedua indung telur gw. Yang terlihat jelas cuma rahim, dan ukurannya besar. Sebenernya gw uda agak2 merasa sedikit "cemas", kemana tuh si indung telur?

Berhubung kala itu usia pernikahan gw belum genap 6 bulan, gw gak mau terlalu ambil pusing dengan langsung ke dokter untuk ngecek lebih detail perihal "hilangnya" si indung telur. Gw memilih untuk bersabar sambil menikmati masa2 indah bulan madu. Apalagi selain urusan indung telur yang gak keliatan, lain2 nampak normal. Gak ada kista atau myom. Bersih ;)

Baru setelah 5 bulan usia pernikahan, gw ke dokter... Kali ini cek bukan cuma lewat USG perut, tapi juga melalui dalem (USG transvaginal or USG-tv). Dari situlah awal gw mengetahui bahwa rahim gw retro... dan bukan itu aja, ternyata gw juga mengidap kista endometriosis. Yang kenapa itu kista gak keliatan waktu USG perut 4 dimensi, soalnya rahim gw nekuk ke belakang, menutupi indung telur, dan juga kista yang menempel padanya.

Mungkin cerita soal kista ini bisa dilihat di postingan gw kira2 bulan Maret tahun lalu. Setelah berobat dan diet, akhirnya untuk pertama kalinya gw bisa sembuh dari kista tanpa dioperasi. Kebetulan keluarga gw agak "anti" mendengar kata operasi. Karena kita kan gak pernah tahu apa yang terjadi di "dalem". Lagipula operasi tidak menjamin kista benar2 hilang, jadi buat apa?

Gw bisa benar2 sembuh dari kista berkat bantuan dokter "ajaib" di Tangerang. Namanya adalah dr Med Setyabudi Sasongko. Gelar "Med" itu gak main2 lho, karena artinya hampir setara dengan professor. Ternyata, dr Med, begitu kami biasa menyebutnya, adalah dokter yang cerdas dan menyenangkan. Pembawaannya tenang, dalam mendiagnosa gak nakut2in... Tapi dia juga realistis, katanya kista gw masih bisa disembuhin tapi klo uda lebih dari 5cm, harus operasi. Dan yang terpenting, dia sangat informatif. Klo ada keluhan, bisa ditelpon, pasti dijawab!

Supaya bener2 sembuh, gw yang beratnya sempat melambung sampai 66kg karena kelebihan hormon sebagai "maha karya" dari seorang dokter ngetop di sebuah RS di Jakarta, harus mengikuti diet ketat arahan dr Med. Karena gw bertekad untuk bener2 bebas kista, gw jalanin semua pantangan. Plus gw juga olahraga dan hidup sehat. Alhamdulilah, dalam waktu kurang dari 3 bulan, gw dinyatakan bebas kista.

Setelah bebas kista, gw disarankan langsung ikut program hamil. Tapi berhubung berat badan gw masih tinggi, gw memutuskan untuk melanjutkan program PT di FF. Setelah berat ideal, baru program hamil.

Ketika berat ideal sudah dicapai, gw kembali lagi ke dr Med. Oleh beliau disuruh cara alami dulu. Tapi karena gak berhasil, gw disuruh cek hormon trus HSG, dan Nyunyu cek sperma. Dari hasil lab diketahui, ternyata hormon prolaktin gw agak tinggi (27, yang harusnya klo normal kurang dari 25). Hal ini menyebabkan gw susah hamil. Karena dengan hormon prolaktin tinggi, gw seperti berada dalam masa nifas (ibu yang baru melahirkan), jadi tidak mungkin terjadi pembuahan. Untung hasil HSG gw bagus, gak ada sumbatan, dan sperma Nyunyu juga sehat2 aja :)...

Cuma yang masih agak mengganjal adalah, rahim gw yang retro. Awalnya dr Med gak terlalu percaya, karena klo diliat dari foto rontgen HSG, keliatannya rahim gw normal. Lagipula selama ini dr Med gak pernah USG-tv, jadi gak terlalu ngeh kali ya? Gw agak2 ngotot untuk diperiksa USG-tv, supaya dr Med liat sendiri. Setelah dicek melalui USG-tv, baru deh dr Med menyadari bahwa kasus gw agak2 susah niy... Apalagi berdasarkan penjelasannya, gw baru tau, klo retro-nya gw masuk kategori hyper retro, yaitu retro yang bener2 nekuk sadis... Ibarat kertas nih, dilengkungin ke belakang aja jadi 2, jadi gimana sperma mo masuk?

Dr Med sih bilang, rahim retro diakibatkan karena pembawaan, atau pernah jatuh, atau salah dipijet. Nah bagi yang punya anak perempuan, bener2 dijaga deh. Klo kasus gw, gw rasa karena gw dulu tomboy abis, sering jatuh pas maen... mungkin itu penyebabnya. Untuk ngebalikin rahim retro jadi intro, agak2 susah... paling mungkin ya operasi caesar. Operasi gak di-recommend sama dokter, secara gw belum hamil, masa uda caesar siy? Wkwkwkwkw... Atau supaya sperma bisa mencapai telur, bisa diakalin dg posisi berhubungan yang doggie style.

Kami memilih cara terakhir. Selain itu, gw pernah denger2 klo ada terapi pijet rahim yang bisa ngelurusin rahim bengkok, rahim turun, dsb... Mungkin cara ini boleh dicoba...

Dan sejak saat itu, dimulailah "petualangan" baru bagi kami, yaitu petualangan di dunia alternatif. Klo ditotal, ada 5 petualangan, tapi 1 adalah sebelum gw ktemu dr Med, jadi critanya ini pengobatan alternatif untuk kista. Sisanya adalah, terapi alternatif untuk meluruskan si rahim bengkok juga kista juga macem2 deh campur aduk, wkwkwkkwk...

Terapi Urut Ibu Haji Komariah, Mampang

Terapi ini gw ketahui berdasarkan info dari seorang teman yang diurut oleh Bu Kokom ketika dia hamil. Selain urut hamil, Bu Kokom terkenal bisa menyembuhkan kemandulan dan membenarkan posisi rahim yang "aneh2".

Untuk menjadi pasiennya, gw harus rela antri tiap Sabtu jam 6 pagi. Padahal Bu Kokom baru buka praktek jam 9. Bisa dibayangin gak, dari Senin - Jumat, gw uda bangun subuh2 ke kantor. Trus Sabtu masih harus bangun subuh juga dan nunggu 3 jam demi nomor! Agak2 capek siy, tapi semua kami jalani dengan riang gembira.

Bentuk terapi Bu Kokom adalah dengan doa dan pijet halus. Gak usah khawatir dg pijetannya, karena lembut, malah bikin perut terasa anget. Selain itu gw juga harus minum air aqua yang didoa2in plus ada beberapa ramuan penyubur.

Jujur, awalnya gw ragu mengikuti terapi ini. Tapi karena mendengar langsung dari pasien yang "sukses" hamil, gw jadi semangat mencoba. Dari komunitas Bu Kokom ini pula, gw menemukan banyak teman seperjuangan yang kasusnya macem2. Mereka uda merit lama dan berobat ke sana-sini, tapi belum dikasih juga. Walau uda banyak pengorbanan, mereka tetap terlihat semangat. Klo dibandingin sama gw, gw mah belum apa2 lah... Jadi gak ada alesan buat gw pesimis, apalagi sekarang gw dikelilingi banyak teman :)

Mungkin karena belum jodoh, lagian dokter dan terapi itu kan cocok2an ya... Setelah 6 bulan, tidak ada perubahan berarti pada diri gw. Gw memutuskan untuk berhenti dari terapi itu. Tidak ada penyesalan. Sekali lagi, gw menganggap belum rejeki gw. Gw malah bersyukur telah diberi petunjuk mengikuti terapi ini, karena Bu Kokom baik, gw juga bertemu teman2 yang baik... yang sampai sekarang masih keep contact untuk saling menyemangati :)

Terapi Bunda Tajimalela, Bintaro

Setelah kira2 sebulan brenti dari terapi urut Bu Kokom, gw mendengar kabar bahwa salah satu "alumni" Bu Kokom ada yang sukses hamil setelah menjalani terapi di Bunda Tajimalela. Kali ini prakteknya di daerah Bintaro.

Sebelum gw mendatangi tempat prakteknya, gw sempet searching2... keliatannya cukup meyakinkan. Jadi layaklah dicoba.

Terapi Bunda Tajimalela agak panjang, yaitu meliputi:
- gw n Nyunyu dipijet n ditotok... dari situ diketahui kista gw balik lagi (karena uda gak pantang makan), rahim gw nekuk... trus Nyunyu ada sedikit asam urat
- selama 7 hari berturut2, tiap pagi gw n Nyunyu harus minum 1 buah air kelapa muda hijau (1 buat berdua).
- kami diberi ramuan jamu seduh yang harus diminum 2-3x sehari... rasanya ada yang biasa aja, ada yang pait amit2, ada yang baunya aneh bin ajaib
- tiap 2 bulan sekali, kami harus makan sup marmut... iya... MARMUT! bisa kebayang gak sih, gimana gw harus masak binatang lucu itu? bukan cuma masak, tapi harus makan dagingnya juga... HUAAAA!!!

Klo dicek secara medis, terapi Bunda ini ada benarnya. Karena minum air kelapa dan makan daging marmut bisa mengembalikan fungsi2 hormon kesuburan. Tapi, sekali lagi... mungkin karena belum rejeki, gw belum juga berhasil hamil melalui Bunda. Gw juga tidak menyesal menjalaninya, semua adalah cara Tuhan untuk menguji kami supaya lebih kuat dan sabar :)

Terapi Pengobatan Kuil Obhi, Lampung

Lampung?

Jangan salah... kami pernah sampai ke Lampung lhoooo!! Pokoknya semua cara kami jalani dengan semangat! Hahahaha!

Awalnya info ini datang dari babe gw. Katanya, dulu dokter giginya susah hamil, trus pergi ke salah satu kuil (orang sana sih nyebutnya tepekong gitu ya?) di Lampung. Disana dikasih ramuan obat, dan akhirnya sukses hamil. Maka kami pun langsung menuju ke sana. Kali ini perginya berempat, yaitu gw, Nyunyu, nyak-babe. Kami sendiri tidak tau persis letak kuil ada dimana. Cuma dikasih patokan alamat, dan untuk memudahkan pencarian, kami sengaja menginap di hotel dekat2 situ.

Keesokan harinya, ketika kami sampai di kuil yang dimaksud, eeeeh... nasib buruk... sang tabib tidak ada di tempat. Dia malah lagi ke Jakarta! Ampuuuun, deh... gimana iniiii??? Masa harus extend di Lampung sampai dia balik?

Babe gw jadinya pusing deh, soale dia kan yang ngasih usul ini, malah jadinya berantakan. Akhirnya, supaya perjalanan gak sia2, babe cari2 informasi, selain kuil tadi ada gak yang lain yang terkenal dg metode penyembuhannya. Setelah babe ngobrol2 dengan orang Lampung, akhirnya nemu tuh 1 kuil lagi. Namanya Kuil Obhi, dikenal bisa mengobati segala macem penyakit. Ok, kami menuju ke sana. Perjalanan naik becak di bawah terik matahari yang menyengat. Agak2 nyasar dulu tuh, soale ternyata Lampung ada banyak kuil. Dan kuil Obhi ini letaknya rada terpencil pake masuk gang.

Sampe di sana, kami disambut oleh seorang tabib muda. Tabib itu namanya Koh Obhi... oooh, pantesan nama kuilnya juga Kuil/Tepekong Obhi, kikikikik. Ternyata kuil ini adalah warisan nenek moyangnya, dan dia adalah penerus yang terakhir.

Setelah ngobrol panjang lebar, kami mengutarakan maksud kami datang ke situ, yaitu utk minta petunjuk obat supaya gw hamil. Ko Obhi menyanggupi. Beliau menyiapkan peralatan doa2, dan katanya nanti yang akan kasih petunjuk namanya Dewa Mphe (dewa air)...

Dalem ati gw... duh pengobatan aneh niy... kok pake nanya dewa2 segala... tapi yah diikutin aja deh, namanya juga usaha.

Lalu kami dibimbing masuk ke dalam ruang doa. Di sana Koh Obhi sudah siap dengan jubah, merokok dan nyeruput kopi. Tapi ketika dia bicara, nadanya amat sangat berbeda dari nada suara Koh Obhi. Yang ini suaranya berat, seperti kakek2. Itulah Dewa Mphe. Kami diminta untuk bertanya, nanti dijawab oleh si dewa (sebenernya saat itu gw uda mo ngikik2, tapi takut kualat, wkwkwkwkw)

Dewa Mphe mengatakan, bahwa masalah ada di gw. Suami sehat2 aja. Rahim gw lemah, dan dikasih banyak pantangan, yang herannya... sama persis seperti pantangan kista gw! Mulai dari gak boleh makan santen2, minum manis2, daging2 berlemak yang kolesterol tinggi... goreng2... SEMUA SAMA PERSIS!

Selain pantangan, Dewa Mphe memberi petunjuk obat ramuan tradisional yang harus gw makan/minum:
- akar putri daun malu, dicuci, dijemur, direbus dengan air dan jamur merang kering, lalu diminum tiap hari
- tumis daun kucai dan telur bebek
- sup ayam jamu/obat... ayamnya harus betina yang belum kawin... gimana coba nyarinya? wkwkwkwk
- ada lagi tuh ramuan obat cina, apa sih namanya? terkenal kok, untuk jamu kesuburan or biar cepet hamil... tp gw lupa namanya...

Setelah selesai memberi petunjuk pantangan dan obat, ada 1 hal yang Dewa Mphe katakan kepada kami...

"Sebenarnya, cucu ini bisa hamil... harus percaya... hamilnya tahun ini (2009), tapi lahirnya tahun depan (2010)..."

Trus dia diem lagi, sambil mulut komat-kamit dia menggumam...

"Kira2 bulan November... atau Oktober... tapi saya lihatnya lebih jelas November... cucu akan hamil... lahirnya tahun depan... anaknya sehat!"

DEG!

Ah masa?

Ngelantur nih??

Saat itu beneran antara percaya dan tidak loooh... Secara, niat gw berobat juga bukan untuk diramal2 gini... metodenya yang juga aneh... bener2 jauh dari medis, walaupun apa yang dikatakan bener seperti yang dokter bilang... Lagian, siapa yang tahu klo seandainya Dewa Mphe itu sebenernya Koh Obhi sendiri yang pura2 lagi trans? Jaman sekarang gitu lhooo?

Dengan perasaan gamang, kami pulang ke Jakarta. Klo bener ramalan itu jadi kenyataan, tentu seneng... Klo gak nti kecewa... Sudahlah, gak mo dipikirin, yang penting uda usaha... (sekarang bisa tau sendiri kan jawaban dari ramalan itu bener or gak? gile ye... memang ajaib cara Tuhan)

Waktu nunggu pesawat yang delay di bandara, gw beli tabloid Genie. Di dalam tabloid itu, ada kisah nyata seseorang yang uda divonis dokter gak mungkin bisa punya anak karena kanker rahim, tapi akhirnya bisa setelah mengikuti pengobatan alternatif... yang akan membawa gw ke "petualangan" berikutnya ;)

Pengobatan Sinshe Phan Kim Seng, Kelapa Gading

Kira2 sebulan dari Lampung, setelah nyobatin paitnya jamu Cina dan anehnya rebusan akar putri malu, babe minta gw dateng ke sinshe yang diceritakan dalam testimoni seseorang di tabloid Genie.

Sinshe Phan Kim Seng, ternyata dikenal sebagai sinshe yang bisa mengobati kista, kanker, bahkan AIDS. Pasiennya antriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, sehari bisa 40 orang. Lagi2, gw harus rela dateng subuh2 ke Kelapa Gading untuk sebuah nomor urut.

Metode pengobatan sinshe Phan adalah dengan cara totok. Dari situ beliau bisa mendeteksi penyakit apa yang gw alami. Waktu ditotok, langsung ketauan klo gw punya kista kiri-kanan, plus... lever gw agak bengkak. Dia sampe heran loh, gw ini kerja apa kok sampe gitu. Klo dicek secara medis, belum ketauan, tapi uda gejala :p

Selain ditotok, gw dikasih jamu. Jamunya mahal juga yah... tapi kayanya manjur deh. Soalnya nyak gw ikutan minum, dan benjol di leher kanan ilang. Klo gw krn sakitnya di dalem n gw juga gak punya keluhan apa2, agak2 gak keliatan bedanya :p

Yang bikin agak2 berat adalah... jamunya itu... PAIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiTTTTTTTTTTtttttttttttttttttttttt!!!

Sumpah! PAIT!

Ih, gw kan uda berkali2 obat alternatif n dikasih jamu macem2 ya... tapi gak ada yang ngalahin jamu sinshe deh. Uda gitu, minumnya banyak. Sehari 2x botol aqua 600ml. Amppuuuuuunnnn!!! Mana gw kan sibuk kerja ya, berangkat pagi, pulang malem. Jadi pulang kerja tuh gw masih dapet PR tambahan, ngegodok jamu sampe tengah malem T_T

Sebenernya gw uda mulai agak nyerah... tapi mengingat harga jamunya yg super moahaaaalll, jadi gw tahan2in deh. Gw jadi mikir... kok ya mo hamil susah beneeer... orang2 pada gampang aja tuh hamil, malah sampe ada yang dibuang2... Kok gw gak bisa kaya gitu? Tapi langsung gw buang pikiran jelek itu jauh2. Gw percaya Tuhan masih mengasihi gw. Pasti ada maksud dariNya gw diberi jalan panjang ini, pastinya gw harus lebih sabar, kuat, gak boleh cengeng... Pokoke gw harus bisa!

Setelah 3 bulan belum berjodoh dg sinshe, babe minta gw menghentikan pengobatan dg sinshe. Padahal gw uda mulai menunjukkan gejala2 membaik lho. Gak bisa dijelasin secara fisik, tp gw bisa ngerasain...

Tapi alesan babe adalah, gw sebaiknya kembali ke medis, mengingat umur gw... mungkin cari cara yang lebih pasti. Klo cara alami gak bisa, ya insem. Klo insem masih gagal, ya bayi tabung deh! Awalnya gw rada2 ngambek. Soale gw disuruh berobat sana-sini, tapi tengah2 jalan harus brenti. Kan capek gitu loooh... lagian semua orang itu pada gak mengalami, yg ngerasain, yang ngejalanin kan gw... jadi gw tau persis rasanya!

Tapi klo dipikir2, pandangan babe bener juga... mungkin kali ini ada benernya gw turutin... Akhirnya gw menyetujui usul babe, dengan 1 syarat... Gw mau kembali ke dokter, tapi hanya dg dr Med Setyabudi yang di Tangerang. Selain itu, gak! Babe setuju... maka kembali lah ke dokter Med (lagi)...

Duh, uda kepanjangan ya critanya? Enaknya dilanjut atau break jadi 2 cerita niy? Wkwkwkwkwkwkwkwk...

Break dulu aja kali ya... soale penulisnya laper... HAHAHAHAHA!

Ok dey, lanjut di crita berikutnya ;)

11 comments:

Pitshu said...

wew... jadi inget si Ucil yang waktu itu urut di ko Aang wakakakaka....

luvly7 said...

Waaakkakakakkakkkk

sampe ngekek gue ngebayangin elu yg udah nahan ketawa pas liat si tabib Mphe Air ...

gue acungin 4 jempol buat kegigihan, keuletan dan tetap semangatnya elu & sapa tuh?? nyunyu????

Jia youuu Cusss!!!

*btw, di gading, sebelah mana sih?? bisa buat stroke-nya bokap gue gag tuh?? mahal gag cus??*

.:acen147:. said...

@pitshu: ih sapa tuh, pit?

@olla: la, itu di perumahan gading arcadia. prof itu terkenal loh bisa obatin penyakit2 berat termasuk stroke juga. pasiennya dateng dari yang dipapah gak bisa bediri sampe bs jalan sendiri. tapi jamunya mahal sih, bervariasi dari 300rb sampe 2juta lebih. gw kena yang 1.75juta. bangkrut juga, wkwkwkw... uda gitu pait... tapi gw rasa prolaktin gw normal berkat jamu dia deh :).

alamat lengkapnya gw kagak bawa... nti japri aja ya :)

Anonymous said...

ane mau nanya... apakah ada pasien gagal ginjal kronis yang berobat di situ n kira kira kalo sekarang biaya pengobatannya jadi berapa ya Mbak???
mohon tanggapannya.

jontha said...

ane mau nanya..... apakah ada pasien gagal ginjal kronis yang berobat di tabib phan kim seng n kalo sekarang kira-kira berapa biaya pengobatannya ya mbak????
mohon tanggapannya.

Anonymous said...

Salut ama perjuanganny...ak udah nikah 2 taun n belum hamil juga, udah gonta ganti dokter buat program tp belum ada yg cocok, baru skali nyobain alrernatif tp udah males lagi...malu ama sistah, tnyata perjuanganny luar biasa...baca crita ini jadi semangat lagi untuk trus berjuang punya anak...thanks yah

Neysa Rucita said...

Assalamu'alaikum mba salam kenal aku Neysa. Aku juga punya kista endometriosis, pernah dioprasi mei 2013 tapi sekarang tumbuh lagi ikurannya 3 cm. Maaf mba Aku mo tanya kalo berobat di dr setyabudhi abis biayanya berapa terutama untuk obat kistanya dama biayaa dokternyaa... kebetulan rumah aku di tangetang mba, lokasi prakteknya dimana ya mba? Makasi mba aku pengen coba kesana siapa tau berhasil

pita arifin said...

cerita berikut nya gmn ni ? pengen tau bgt ngatasin retrofleksi ini

Arie Anggara said...

Mbak lanjutin,,dong Critanya....hihihi

E-Consultant Pertanian said...

Mbaa..saya bisa minta alamat dan no kontak dr Med dan sinshe nya, saya kmrin cek dan hasilnya ada kista, dr saranin utk operasi, tp saya masih cari pengobatan yg gak pake operasi. Makasih mbaa

E-Consultant Pertanian said...

terimakasih mba